Arsip untuk Oktober, 2009

h1

dimana?

Oktober 12, 2009

ingin kubelah dadaku
lalu kucari hatiku
seperti apa dia?

namun di dadaku hanya kutemukan jantung
merah warnanya
di sana pula kutemukan hati
merah warnanya

tapi bukan hati itu yang kucari
hati yang kucari
tempat bersemayam nurani
nurani yang kucari
sudah lama kami tak bertegur sapa
dimanakah dia?

ingin kubelah dadaku
lalu kucari hatiku
seperti apa dia?

masih merahkah ia?

Gresik, 12 Oktober 2009

h1

Pujangga dan Puteri Bersayap

Oktober 12, 2009

di negeri bintang-bintang tersebutlah puteri
puteri bersayap
dari untaian nasib

di negeri manusia puteri itu jatuh
berlumpur sebelah sayapnya
tak ada kuasanya pulang ke bintang

puteri bersayap lumpur
memeluk separuh hati yang tak berduri
berharap bisa menunggangginya tuk pulang ke bintang

di negeri manusia tersebutlah pujangga
pujangga yang bersahabat dengan bulan
berkelana mencari hatinya yang hilang

pujangga tahu itu separuh hatinya
yang kini tak lagi berduri
namun berlumpur terkena sayap sang puteri

sang pujangga ingat dia pernah berpuisi
“satu yang pasti, mawar pun tak sudi mekar tanpa ditemani duri-duri…”

lalu ia berjalan lagi
meninggalkan putri dengan hati
lalu mencari Tuhannya
untuk kembali kepada putri

Gresik,  12 Oktober 2009

h1

BATIK dan Budaya Kita (Indonesia)

Oktober 2, 2009

Hari ini, 2 Oktober 2009. Salah satu badan PBB yang menangani pendidikan, ilmu dan budaya, UNESCO (United Nations Education, Scientific and Cultural Organization) menetapkan BATIK sebagai warisan budaya asli Indonesia. Sebelumnya terjadi semacam “perang dingin” antara Indonesia dengan Malaysia. Rakyat Indonesia meradang dan merasa terinjak-injak karena Negeri Jiran mengklaim batik sebagai salah satu budaya mereka. Perseteruan tersebut semakin memanas setelah untuk kesekian kalinya Malaysia mengklaim budaya kita (Indonesia) adalah budaya mereka. Mulai dari Batik, Anklung, Reog Ponorogo, hingga Tari Pendet Bali, bahkan masakan khas padang…Rendang.
Read the rest of this entry ?