h1

Pohon Beringin di Samping Rumah

Oktober 29, 2008

Di sebelah rumahku (selisih 1 rumah) ada sebuah pohon beringin. Pohon ini tidak besar, namun cukup rindang. Entah sejak kapan pohon beringin itu berdiri di tempat itu. Terletak di sebuah persimpangan jalan kampung. Yang salah satu jalannya adalah jalan buntu yang berujung di pemakaman umum.

Banyak yang bilang bahwa di pohon itu tinggal sesosok genderuwo. Hmm..aku sendiri belum pernah melihatnya. Namun suatu ketika pernah ada kejadian.

Suatu malam, dini hari lebih tepatnya. Tetanggaku, sebut saja pak K baru saja pulang dari kebiasaannya begadang. Tentu saja dia harus melewati pohon itu. Tidak ada angin, tapi saat pak K tepat berada di bawah pohon itu tiba-tiba saja sang pohon merunduk. Ya, merunduk seperti akan meraihnya. Seandainya itu pohon bambu, tentu bisa dimaklumi karena pohon bambu lentur dan bergoyang ditiup angin. Tapi ini pohon beringin yang batangnya kokoh. Pohon bambu saja tidak akan melengkung serendah itu saat ditiup angin. Bahkan saat itu tidak ada angin.

Kontan pak K kaget, lari.

Peristiwa yg lain dialami oleh ibuku sendiri. Seperti biasa ibuku melakukan rutinitasnya mencuci di malam hari. Perlu di ketahui, tempat cuci di rumah kami berada di luar rumah di halaman belakang. Saat sedang mencuci, entah mengapa mata ibu tertarik ke arah pohon tersebut. Memang bagian atas pohon itu terlihat jelas dari halaman belakang rumah kami. Apa yang dilihat ibuku? Beliau melihat sebuah kepala di atas sana. Ya kepalanya saja, tanpa badan. Kata ibu ukuran kepala itu tidak normal. Besar, sungguh besar. Sebesar gentong yang terbuat dari batu (mungkin gentong kaya gini uda gak ada kali ya?). Wajahnya pun bukan wajah manusia normal. Mana ada manusia normal yang bertaring dan bermata besar sebesar bola tenis? Hanya satu kedipan saja, kepala itu sudah tidak terlihat mata lagi.

Bagaimana keadaan pohon tersebut sekarang? Yak berhubung banyak ditakuti, akhirnya pohon itu dicukur! Lho kok dicukur? Bukan ditebang? Enggak. Dicukur! Maksudnya daun-daunnya dikurangi, batang pohonnya sendiri tidak ditebang. Jadi sekarang disekitar pohon itu tidak gelap lagi seperti sebelumnya.
Pohon itu tidak terlihat angker lagi. Namun sang makhluk masih tinggal di situ. Hihihi….

9 komentar

  1. serem amat, mungkin golongan berlambang beringin juga nyeremin kali ya?


  2. @kishandono
    wah gak ikut2an klo itu


  3. kok tiba-tiba post ttg beringin?


  4. oooo yang aku lihat dari atas itu Ibu kamu thoo bosss
    bilang dong , tau gitu aku sapa dehhhh

    hehehehe lam kenall


  5. @aureliaclaresta
    ya lagi teringat rumah aja…
    tp bukan krn sindrom pemilu loh…

    @Yogi
    hwaaaa…si kepala!!
    hhehe..salam kenal juga..


  6. lo, sampean gak takut tah bos… yo wis ati2


  7. @ario saja
    gak takut wong kemarin udah kenalan hihihi..


  8. waahhh kau blom pernah liat yg namanya GD…. ihhh critanya serem juga yaa


  9. @Rita
    percaya gak percaya…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: