h1

Negeri Ibu (2)

Mei 5, 2009

dari negeri ibu bulan mengunjungiku
meminjam kata pujangga sebagai rakitnya
meminjam langit jingga sebagai layarnya

disandarkannya rakit itu di ujung dermaga
tempat penyair tua memancing usia
agar tak mati ia di kala senja tiba

katanya,

“Hatimu masih kubawa,
masih berduri di sana,
bahkan beracun rasanya.
Di suatu negeri akan kukembalikan
saat kau berteman dengan kehidupan.”

Gresik, 5 Mei 2009

9 komentar

  1. Hatimu masih kubawa,
    masih berduri di sana

    Jadi hatinya dibawa atau disana mas? hehe…sorry..puisi kok diprotes ya?


    • @ adis, gak tau, ak sendiri jg bingung wkakakakk…


  2. negeri ibu = indonesia..


    • @ tika, belum tentu hehehe…


  3. huhu.. mantap!!


  4. mas !
    ‘dari negeri ibu bulan mengunjungiku’ atau

    ‘di negeri ibu bulan mengunjungiku’ ?

    any way thx


    • ‘dari negeri ibu bulan mengunjungiku’
      karena bulan hanya kutemui di negeri ibu (baca Negeri Ibu,
      sehingga di datang dari negeri ibu ke negeriku

      trims..


  5. Q mlah..Ga ngerti …hiihihihiihihi…..


    • hihihihihi…..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: