h1

Foto Hantu??

Agustus 10, 2009

hooaaahhh…uda lama banget gak update blog…akhirnya niatan untuk menulis kembali lagi hehehe…
oke!! ready…get set….gooo!!!!

kali ini aku mau cerita tentang satu foto. foto ini bukan foto biasa. kata si empunya foto, foto ini adalah foto hantu…hihihihihi..*ketawa kuntilanak*. Sok, silahken dilihat foto di bawah ini.

foto hantu

foto ini diambil malam hari, mendekati tengah malam, di dalam kompleks perumahan perusahaan yang kebetulan salah satu rumah yang ada di dekat lokasi pengambilan foto dibiarkan kosong, tidak berpenghuni. foto diambil menggunakan compact digital kamera biasa (saya tidak tanya merk & serinya), dan tanpa rekayasa digital sama sekali. malam itu sempat diambil dua foto. foto di atas adalah salah satunya, sedangkan foto yang lain, entah bagaimana tidak bisa ditransfer ke pc. aku sendiri blm liat foto yang dimaksud, tapi katanya penampakan di foto itu terlihat lebih jelas.

sekarang kita bahas foto yang dimaksud….
apakah anda melihat sosok yang menyerupai kuntilanak dalam lingkaran merah? apakah anda dapat melihat rambutnya yang terjuntai kebawah, menutupi separuh wajahnya? apakah anda dapat melihat bahu yang dibalut pakaian putih?

sekarang apakah menurut anda foto ini adalah foto hantu betulan? ataukah hoax (rekayasa)?

menurutku, foto ini bukanlah foto hantu. bukan pula foto rekayasa. sang pengambil foto secara tidak sengaja mengambil gambar yang ternyata hasilnya seperti foto hantu yang sedang “digendong” oleh seorang anak. bagaimana itu bisa terjadi?

hal ini adalah fenomena fotografi yang sering terjadi, terutama karena pengambilan gambar dilakukan di lingkungan yang kurang cahaya. berhubung foto diambil menggunakan “kamera digital biasa” bisa dipastikan sang penjepret memasang kamera pada mode “auto” yang merupakan default pengambilan foto compact digital camera. dengan mode ini, kamera akan otomatis menyesuaikan diri sesuai dengan lingkungan tempat pengambilan foto dibuat, dalam hal ini lingkungan yang cahayanya kurang.

dalam lingkungan seperti ini, setting auto pada kamera adalah: shutter speed pada posisi low, bukaan lensa (aperture) besar (nilai f kecil). hal ini bertujuan menangkap cahaya sebanyak mungkin. karena shutter speed low (kecepatan menutup lensa rendah), maka resiko yang terjadi adalah gambar bergerak akan menjadi buram karena ada “jejak cahaya” yang tertinggal yang tertangkap kamera (meskipun menggunakan flash, mengingat kemampuan flash compact camera yang terbatas). hal inilah yang terjadi pada foto di atas. sosok kuntilanak yang terlihat di atas anak yang memakai baju putih sesungguhnya adalah “jejak bayangan” dirinya sendiri saat melompat yang sempat tertangkap kamera. hal ini diperkuat dengan bagian pinggang dan kaki sang anak yang transparan, menunjukkan cahaya dari belakang sempat tertangkap kamera saat dia melompat.

demikianlah penjelasan atas foto hantu di atas. aku sendiri pernah membuat foto (tentunya disengaja) yang hasilnya mirip dengan itu. ini dia fotonya…

contoh 1

apakah anda dapat melihat sosok manusia transparan di foto bagian kanan? juga bayangan2 putih?. gambar tersebut kuambil dengan shutter speed 5 atau 8 detik (saya lupa) dengan f 2.8 (jg lupa), tanpa flash tentu saja.
contoh 2

kondisi low light environment ini tentu saja dapat dimanfaatkan untuk mengambil gambar yang bagus. seperti foto2 jejak cahaya yang menjadi favorit banyak fotografer

*gambar contoh 1 dan 2 adalah koleksi pribadi penulis

One comment

  1. wakakakakaka..penampakan kok gak serem yaw.. malah kayak di pelm-pelm…hehehe



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: