h1

The Candy Cane Story

Desember 21, 2010

Saya ingin menulis tentang ini setelah saya mengunjungi acara Natal-an bersama Friends of Internationals of USF and FSU. Saat acara berakhir, peserta diberi Christmas Gift yang berupa mug yang berisi permen. Bermacam-macam permen, salah satunya adalah candy cane. Bagi yang tidak tahu candy cane, beginilah rupanya:

eh maaf salah – bakal rebutan nih kalo candy-nya kayak gini- …..begini yang asli…:

 

 

Ya, tentunya semua sudah kenal dengan permen berbentuk gagang payung dengan strip warna – biasanya merah-putih – itu. Permen? Ya itu permen. Waktu saya kecil dulu saya menebak-nebak benda apakah itu? Tidak ada dalam bayangan saya benda itu adalah sebuah permen karena benda tersebut bisa saja terdapat sebagai hiasan di pintu depan rumah, di pohon natal, atau di mana saja. Jadi saya pikir candy cane – saya baru tahu namanya dua minggu lalu – adalah hiasan natal, bersaudara dengan lonceng-lonceng, malaikat-malaikat kecil, bintang-bintang, dan sebagainya. Ternyata, ada sebuah kisah dibalik candy cane….

Perhatian, kisah ini merupakan terjemahan saya…jadi maaf kalau bahasanya terasa aneh😀

Suatu ketika, seorang pembuat permen di Indiana ingin membuat sebuah permen yang akan menjadi saksi Yesus Kristus – ini aneh nih…mana mungkin permen itu bisa jadi saksi?  Mungkin lebih tepatnya “simbol kelahiran” (berhubung Natal) . Kemudian pembuat permen itu membuat The Christmas Candy Cane. Untuk itu dia memasukkan beberapa simbol untuk kelahiran, pengajaran, dan kematian Yesus.

Untuk mensimbolkan kelahiran dari Perawan Maria dan Ke-tanpa dosa-an Yesus, sang pembuat permen memulainya dengan permen berupa tongkat yang putih bersih. Permen itu dibuat keras yang mensimbolkan kerasnya batu sebagai pondasi gereja dan keteguhan janji Tuhan.

Sang pembuat permen membuat permen itu berbentuk huruf “J” – jadi bukan bentuk gagang payung yang selama ini saya anggap – sebagai inisial Yesus (Jesus). Hal ini juga dapat menggambarkan tongkat para gembala yang baik.

Sang pembuat permen akhirnya membuat pola tiga garis merah kecil untuk menunjukkan siksa yang diterima Yesus, dimana kita disembuhkan. Serta garis merah besar yang melambangkan darah yang ditumpahkanNya di kayu salib, dimana kita dijanjikan kehidupan kekal.

Sayangnya tidak banyak orang yang tahu bahwa di balik sebuah permen terdapat simbolisasi tentang Natal, Yesus, dan Kristen. Candy cane kini hanya menjadi sebuah hiasan Natal biasa.

4 komentar

  1. Ya ampun mas..Kok bisa sih anda gak pernah terbersit kalo itu permen? I mean,,come on..gak pernah nonton kartun yah? I mean..oh my God..It is in our comprehensive analysis somehow gtu loh, kalau kita menontonnya di film, biarpun sekilas, kita akan dapat kesan itu permen,, :p…Btw, score GRE anda berapa?


    • yahh…maklum lah…waktu masih tk comprehensive analysisnya gak seperti sekarang…hehehe….
      skor GRE sy sedikit bgt nih…memalukan utk ditampilkan di publik.. hehehe…


  2. haha..btw, ikutan GRE nya dimana? mau lamar S2 juga?
    Aku uda liat FB mu..dan aku ga ngerti. Kenapa gak ada tombol ” add friend” nya , tapi ” subscribe”…Itu biasanya buat artis kan? ‘.’….cool


    • Ikut di Jakarta (kyknya 3 th yg lalu hehe..). Enggak, S2nya udah kelar hehe…
      Hmmm….kok gitu ya FBnya. Coba deh ntar aku liat.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: