h1

Keuntungan Jual Beli USD 2012

November 13, 2012

Sudah lama tidak memperbarui blog saya ini, di sela-sela pekerjaan di kantor, iseng-iseng saya membuka website Bank Indonesia untuk melihat pergerakan kurs Rp/USD. Saya ambil data dari awal tahun sampai akhir minggu lalu, kemudian saya lihat trendnya. Ternyata di tahun 2012 ini jika kita melakukan jual-beli Rp/USD kita dapat memperoleh keuntungan sebesar 7,32%. Keuntungan ini dapat diperoleh jika kita membeli dolar pada tanggal 2 Februari 2012 dan menjualnya pada 8 November 2012 (CMIIW). Tentunya dengan asumsi menggunakan kurs dari BI dan mengabaikan semua biaya transaksi. Kesulitan memperoleh gain ini adalah susahnya menebak kapan/dimana lowest-highest pricenya.

Berikut trend Rp/USD tahun ini, periode 2 Januari 2012 – 9 November 2012:

Gambar

Contoh:

Pada tanggal 2 Februari 2012 kita mempunyai uang Rp 100.000.000. Kita beli USD dengan harga Rp 8.936/USD. Dengan demikian kita mendapatkan:

= Rp 100.000.000 / Rp 8.936/USD

= 11.190,69 USD

Pada tanggal 8 November 2012 kita jual kembali USD dengan harga Rp 9.590/USD. Dengan demikian kita mendapatkan:

= 11.190,69 USD X  Rp 9.590/USD

= Rp 107.318.711

Dengan ini, keuntungan yang kita peroleh = Rp 107.318.711 – Rp 100.000.000 = Rp 7.318.711 dalam jangka waktu 9 bulan.

h1

The Candy Cane Story

Desember 21, 2010

Saya ingin menulis tentang ini setelah saya mengunjungi acara Natal-an bersama Friends of Internationals of USF and FSU. Saat acara berakhir, peserta diberi Christmas Gift yang berupa mug yang berisi permen. Bermacam-macam permen, salah satunya adalah candy cane. Bagi yang tidak tahu candy cane, beginilah rupanya:

eh maaf salah – bakal rebutan nih kalo candy-nya kayak gini- …..begini yang asli…:

 

 

Ya, tentunya semua sudah kenal dengan permen berbentuk gagang payung dengan strip warna – biasanya merah-putih – itu. Permen? Ya itu permen. Waktu saya kecil dulu saya menebak-nebak benda apakah itu? Tidak ada dalam bayangan saya benda itu adalah sebuah permen karena benda tersebut bisa saja terdapat sebagai hiasan di pintu depan rumah, di pohon natal, atau di mana saja. Jadi saya pikir candy cane – saya baru tahu namanya dua minggu lalu – adalah hiasan natal, bersaudara dengan lonceng-lonceng, malaikat-malaikat kecil, bintang-bintang, dan sebagainya. Ternyata, ada sebuah kisah dibalik candy cane….

Perhatian, kisah ini merupakan terjemahan saya…jadi maaf kalau bahasanya terasa aneh😀

Suatu ketika, seorang pembuat permen di Indiana ingin membuat sebuah permen yang akan menjadi saksi Yesus Kristus – ini aneh nih…mana mungkin permen itu bisa jadi saksi?  Mungkin lebih tepatnya “simbol kelahiran” (berhubung Natal) . Kemudian pembuat permen itu membuat The Christmas Candy Cane. Untuk itu dia memasukkan beberapa simbol untuk kelahiran, pengajaran, dan kematian Yesus.

Untuk mensimbolkan kelahiran dari Perawan Maria dan Ke-tanpa dosa-an Yesus, sang pembuat permen memulainya dengan permen berupa tongkat yang putih bersih. Permen itu dibuat keras yang mensimbolkan kerasnya batu sebagai pondasi gereja dan keteguhan janji Tuhan.

Sang pembuat permen membuat permen itu berbentuk huruf “J” – jadi bukan bentuk gagang payung yang selama ini saya anggap – sebagai inisial Yesus (Jesus). Hal ini juga dapat menggambarkan tongkat para gembala yang baik.

Sang pembuat permen akhirnya membuat pola tiga garis merah kecil untuk menunjukkan siksa yang diterima Yesus, dimana kita disembuhkan. Serta garis merah besar yang melambangkan darah yang ditumpahkanNya di kayu salib, dimana kita dijanjikan kehidupan kekal.

Sayangnya tidak banyak orang yang tahu bahwa di balik sebuah permen terdapat simbolisasi tentang Natal, Yesus, dan Kristen. Candy cane kini hanya menjadi sebuah hiasan Natal biasa.

h1

GMAT (Graduate Management Admission Test)

November 23, 2010

Menyambung tulisan saya yang lalu tentang GRE (Graduate Record Examination), kali ini saya mencoba mengupas sedikit tentang GMAT (Graduate Management Admission Test).

Apakah GMAT itu?

GMAT merupakan sebuah tes berstandar internasional, layaknya GRE, TOEFL, atau IELTS, yang digunakan untuk memprediksi kemampuan calon mahasiswa yang mendaftar ke program MBA. Ya, tes ini dikhususkan untuk calon mahasiswa MBA, atau Business School secara umum. Terlihat dari namanya, Graduate yang menunjuk pada tingkatan pendidikan S2, Management yang menunjuk konsentasi studi (dalam hal ini MBA – Master of Business Administration), dan Admission yang berarti pendaftaran. Tesnya sendiri berupa CAT (Computer Adaptive Test) yang berarti testee akan mengerjakan semua soal di komputer.

Lalu apakah berarti semua S2 dengan gelar MBA mensyaratkan GMAT? Tidak, hal ini tergantung universitas. Saya kira semua universitas di US mensyaratkan GMAT untuk MBA, walaupun standarnya berbeda-beda – CMIIW. Beberapa negara seperti Kanada juga mensyaratkannya. Namun negara seperti Australia tidak mensyaratkannya. Sekali lagi, ini tergantung universitas masing-masing. CMIIW.

Baca entri selengkapnya »

h1

Orang Bule Jarang Mandi?

Oktober 21, 2010

Sebelumnya Saya minta maaf kalo tulisan ini nyrempet-nyrempet SARA. Lha gimana lagi…setelah sekian lama otak dan jemari-jemari ini tidak akur – lama tidak nulis maksudnya – hal inilah yang pertama kali melintas di otak Saya dan langsung direspon oleh jemari Saya. Okelah kalo beg..beg..beg..begitu…let’s get it on!

Mungkin pertanyaan yang tersirat di judul tulisan Saya kali ini sudah ada di benak sebagian orang. “Kok orang bule jarang mandi ya?” atau “Emang bule jarang mandi ya?” Gak tau bener apa salah, tapi stigma ini sepertinya ada di benak beberapa orang. Saya tidak tahu pasti karena saya tidak meneliti. Tapi dari banyak orang yang memiliki pertanyaan atau stigma bahwa orang bule jarang mandi mungkin stigma itu disebabkan karena mereka mencium aroma tubuh sang bule yang aduhai.

Apakah aroma tubuh tersebut muncul karena mereka jarang mandi?

Yup, namanya juga beda ras, beda kebangsaan, beda makanan dan pola makan, baunya pun beda donk dengan kita. Mereka biasa makan keju, susu, daging, olahan gandum. Mungkin keju, susu, dan daging itulah yang menyebabkan aroma tubuh mereka yang eksotis itu. Jadi bukan karena jarang mandi. Tapi jarang mandi pun menyebabkan aroma tubuh menjadi semakin semerbak, karena keringat yang menempel di tubuh kita menjaga aroma tersebut, ditambah lagi kelembaban karena keringat tersebut membuat bakteri beranak-pinak. Bakteri ini juga menyebabkan aroma tubuh kita semakin mantab.

Kembali ke benang merah. Apakah benar orang bule itu jarang mandi. Kita tahu bahwa kebanyakan bule itu berasal dari negara empat musim, atau negara yang dingin-dingin gitulah, yang deket-deket kutub gitu. Nah di negara-negara macam ini, meskipun matahari seterik apapun, kelembaban udaranya tidak tinggi. Hal ini membuat udara kering. Jadi sepanas apapun kita akan sedikit sekali berkeringat jika dibandingkan dengan temperatur yang sama di Indonesia, karena kelembaban di Indonesia sangat tinggi.

Jadi, yang mempengaruhi kita keringatan apa gak itu kelembaban? Gak tau juga sih, lagi males nyari referensi…hehehe…. Sebagai bandingan aja nih, Saya naek sepeda motor dari kosan ke kantor, di siang hari, dengan jarak kurang dari 500 meter, udah basah sama keringat. Di sini – Tampa, Florida, USA – Saya jalan kaki di siang hari dengan temperatur yang sama (saya liat di termometer) dengan jarak yang lebih jauh, Saya cuma merasa hangat, gak keluar keringatnya.

gila tuh bulu ketek!!!

Dari situ Saya ambil kesimpulan bahwa orang bule jarang mandi karena mereka emang gak keringetan. Biasanya mereka mandi sehari sekali aja. Mau tidur misalnya. Bahkan banyak yang gak mandi pagi. Misalnya kuliah jam 9 pagi, mereka bangun jam 9 kurang 5 menit! hahaha……

Nah, jeleknya, kebiasaan mereka tuh dibawa sampe ke Indonesia. Walah..walah…mereka di sini kan jadi keringetan banyak tuh…mantab kan jadinya…..

Yak, begitulah tulisan kali ini….saya bingung juga nih sebenarnya mau nulis apaan gitu…. Oh iya, saya juga jadi jarang mandi dua kali sehari di sini hehehe…..

gambar diambil dari sini dan sini

h1

Salah Nilai….Gak Bisa Diganti…ya maap…

Maret 11, 2010

Alkisah ada seorang dosen yang salah memberikan nilai kepada seorang mahasiswanya. Mahasiswa tersebut seharusnya mendapat nilai bagus namun ternyata sebaliknya, bahkan temannya yang notabene kemampuannya dan performanya di kelas kurang dari dirinya mendapatkan nilai yang lebih baik. Hal ini membuat nilai IPK mahasiswa tersebut turun drastis, mentalnya pun ikut jatuh. Apalagi teman-temannya juga mengakui seharusnya ia tidak mendapat nilai demikian. Dia merasa kecewa dan diperlakukan tidak adil.

Mahasiswa tersebut menanyakan kepada sang dosen dan sang dosen mengakui bahwa ia salah memberikan nilai. Namun sang dosen mengatakan bahwa ia tidak dapat mengubah nilai tersebut karena masa yudicium telah lewat. Mahasiswa tersebut hanya bisa pulang membawa hujan di pelupuk matanya.

Siapakah yang salah? Ini adalah kisah nyata, mungkin banyak kejadian seperti ini di luar sana.

h1

GRE (Graduate Record Examination)

Januari 28, 2010
GRE (Graduate Record Examination)
Para pembaca yang budiman, setelah sekian lama blog ini berhibernasi, kali ini saya akan sedikit mengupas tentang GRE Test. Berhubung baru saja saya diberi kesempatan mencobanya.
Apakah GRE Test itu?
Mungkin para pembaca pernah mendengar atau membacanya entah di mana. Terlebih lagi bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tingkat pascasarjana di luar negeri. Yup, GRE (Graduate Record Examination) seringkali disebutkan sebagai syarat untuk apply addmition ke universitas luar negeri (terutama Amerika Serikat).
Baca entri selengkapnya »
h1

seberapa sakit

Desember 5, 2009

pernahkah kau menyayat dagingmu dengan sembilu

dan menaburkan garam di atasnya?

karena hatiku lebih sakit dari itu…

gresik, 5 Desember 2009